Monday, April 18, 2016

The sleep taining nightmare, day 1

It's 2.23 am when I wrote this as a draft. 

Ini hari pertama, dari beberapa kali usaha yang gagal, saya dan Daddy Bapao mencoba sleep training Pipi Bapao yang umurnya udah hampir 8 bulan.

Saya pakai metode Cry It Out (CIO) yang kontroversi di banyak kalangan. 

Beberapa artikel yang pro:
- Time

Beberapa artikel yang cons:
- Huffington post
- Bellybelly

Yang bahas 22nya, netral
- Cnn
- Babycenter

(Saya banyak ambil dari media,old habits die hard hehehe...)

Either way, setelah banyak diskusi sama Daddy, kami sepakat metode ini. Alasan kenapa pakai metode ini ada beberapa, nanti lah di post lain, sekarang fokus ke sleep training semalam.

Ini rekapnya untuk malem ini:
6 pm        -- dinner (saya kasi roti biar kenyang)
7 pm        -- mandi.
7.30 pm   -- nyusu.
7.45 pm   -- mulai ngempeng dan liyer-liyer.
7.45 pm   -- saya taruh dia di crib, ngamuk.
8 - 10 pm -- nangis ngamuk. Saya cuma masuk sekali buat benerin kakinya yang stuck di crib, sama benerin bumper-nya.
10 - 10.20 pm      -- tidur, FINALLY SETELAH 2.5 JAM NANGIS. Saya selimutin, eh malah bangun. Kami keluar kamar lagi.
10.20 - 10.30 pm -- nangis lagi.
10.30 - 1.30 am   -- tidur lagi. Akhirnya enggak saya selimutin daripada bangun lagi.
1.30 - 2.15 am     -- nangis lagi. Saya susuin, trus taruh di crib pas dia mulai ngempeng, dan dia nangis lagi.
2.15 - 6 am         -- tidur lagi.

--
Banyak mommy vlogger dan blogger yang cerita kalau the first night is the worst. So hopefully tonight will be better. 

Balik ke metode CIO. Seperti yang udah dibahas di salah satu sumber di atas, cara melakukan CIO itu kira-kira gini:
- taruh bayi di crib pas dia masih bangun. 
Disini saya salah. Saya selalu naruh Zedd di crib pas dia udah pules. Tapi baby R bisa loh digituin. Emang Zedd aja nih yang manja banget.

- pat him in the back and leave the room.
Ditahap ini, the baby is expected to cry. Namanya juga sleep training, jadi bayi dilatih supaya enggak ngamuk kalau di taruh di crib.

- Go back every 10-15 minutes to check, pat, and leave again.
Ini enggak saya lakukan. This step doesn't work for him. Yang ada dia selalu nangis tambah keras tiap kami datang ngecek. Kami pernah coba CIO yang dicek tiap 10 menit, hasilnya adalah setelah 2 jam energinya masih kuat. Nangisnya masih keras. Jadi yang hari ini kami sepakat enggak masuk. And it worked!!! But we checked through the monitor to make sure he's okay.

- diulang besoknya. Biasanya nangisnya akan berkurang. Paling lama, dalam seminggu bayi cuma bakal nangis beberapa menit terus tidur sendiri.

--

CIO ini enggak cocok buat semua bayi. Apalagi bayi yang muntah kalau stres. Ada beberapa cerita CIO yang bayi nya sampai muntah. Zedd sendiri enggak sampai muntah, emang jarang muntah juga sih anaknya.

Ketiduran karena capek nangis pas malem pertama. I love him, so I need to function well to be the best mom for him. 


No comments:

Post a Comment

Tentang Bawa Keluarga ke Belanda dengan beasiswa LPDP

  Udah hampir balik, malah baru update soal berangkat. Hehehehe…. Nasib mamak 2 anak tanpa ART ya gini deh, sok sibuk. But here I am, nulis ...