Friday, April 22, 2016

Sleep training day 2, kenapa pakai CIO.

Rekap sleep training hari ke dua.

7.30 pm    taruh di crib
8.15 pm    tidur (45 menit nangis)
9      pm    bangun lagi

-Eyang datang interupsi. Trus digendong sampe jam 9.30 pm, halah...

9.30   - 9.50   pm nyusu lagi.
9.50   - 10.30 pm nangis (40 menit nangis)
10.30 - 3.45   am tidur
3.45   - 4        am nyusu
4        - 4.05   am nangis
4.05   - 6        am tidur

Manfaat yang saya rasakan setelah 2 hari sleep training pakai metode CIO itu, berkurangnya Zedd bangun malam.

Biasanya dia bangun antara 3-5x. Dimana separuhnya saya yang bangun, separuhnya lagi Daddy yang bangun. 
Yang resultnya ada percakapan kami yang kayak gini:

Me: Hon, tadi malem dia bangun 2x, kamu kok bisa enggak denger sih?
Him: Ngawur, lha wong aku yang nggendong kok. Kamu tuh yang tidur. Pas dia bangun kedua, aku bangunin kamu, trus akhirnya kamu susuin. -____-"

Itu malam-malam yang kami lalui selama 7 bulan ini. Yang kami rasain, udah pasti lelah dan frustasi. 

Selain seringnya Zedd bangun, dia juga enggak bisa tidur nyenyak, kalau enggak ada orang di sebelahnya. Gampangnya gini, saya dan Daddy enggak pernah bisa melewatkan 1 meal time tanpa dia bangun.

Daddy itu workaholic yang sering pulang malem. Jadi kami sering makan telat sekitar jam 9-10 pm, itu sehabis saya nyusuin Zedd sampai tidur. Baru 5-7 menit kami makan, Zedd pasti ngelilir, dan akhirnya saya makan sendiri, Daddy gendong Zedd and vice versa. 

It was very very hard!!! We barely had our sleep and we couldn't communicate even for a random chat, gimana mau minta tambah uang belanja? #eh?

Dan enggak cuma itu, Zedd pun jadi enggak cukup tidur. 

Sipa bilang kalau bayi di atas 6 bulan harusnya udah bisa tidur lama (dia sering baca-baca milis). Lha baby R juga udah lama tidurnya kok.

Selama 7 bulan ini kami co-sleeping. Beberapa kali Daddy Bapao nindihin tangannya Zedd atau enggak sengaja nyundul kepalanya. 

Co-sleeping sendiri bukan solusi, karena Zedd tetep bangun, tapi bisa langsung saya susuin. It's just the best way possible for us to get through the night. 

Other ways kayak lullaby, white noise, baca cerita, dll, udah saya coba dan enggak berhasil.

Di post sebelumnya saya udah baca soal pro and cons metode ini. Jadi bukannya saya asal make tanpa tahu resikonya. 

Selain beberapa alasan di atas, saya juga lihat vlogger yang saya subscribe, kayak Judy sama Britney. Mereka berdua menggunakan metode CIO ke anak-anak mereka dan sekarang anak-anak mereka udah berkisar 2-4 tahun. 

Buat saya, melihat gimana anak-anak itu berkembang di video-video mereka yang tahunan, itu udah cukup membuktikan kalau CIO ini layak dicoba. 

Goal saya itu, baby Zedd bisa bangun tanpa nangis. Kayak anak-anaknya Judy dan kayak sepupu Zedd, baby R, yang pas bangun bisa langsung ceria. 

No comments:

Post a Comment

Tentang Bawa Keluarga ke Belanda dengan beasiswa LPDP

  Udah hampir balik, malah baru update soal berangkat. Hehehehe…. Nasib mamak 2 anak tanpa ART ya gini deh, sok sibuk. But here I am, nulis ...