Showing posts with label sleep training. Show all posts
Showing posts with label sleep training. Show all posts

Monday, July 18, 2016

Sleep training nightmare: stop CIO?



Seperti judulnya, saya memutuskan enggak lagi menggunakan CIO. The theory is simple with a really really hard practice of hearing my baby cry for more than an hour.

Tapi bukan itu alasan saya berhenti pakai metode ini. Saya sih udah bisa ngeh mana Zedd yang pura-pura nangis dan mana yang nangis beneran. Apalagi, emang anaknya rada drama prince gitu kan. Jadi saya biasa lah denger dia nangis. Lha ditinggal wudhu aja nangis :(.

Alasan saya itu karena Zedd luka. Dia kejeduk baby crib nya yang dari kayu, trus berdarah di area mulut. Saya langsung ngeh waktu denger nangis nya beda. Pas masuk, udah berdarah lah mulutnya. 

Di daycare, Zedd terkenal tidur paling lama. Dia juga bisa tidur sendiri tanpa ngempeng susu atau digendong. Entah kenapa di rumah manjaaaaa banget.

Oiya, dulu emang Zedd pernah di CIO dan sukses. Di akhir minggu, dia cuma nangis maksimal 5 menit, terus tidur. Sayangnya hal ini berhenti sejak saya kerja.

Saya enggak tega setelah ninggal dia nangis-nangis seharian di daycare, masa malemnya digituin lagi. Kebetulan pas itu dia batuk pilek juga. Jadilah kami co-sleeping lagi dan berlanjut sampai sekarang. 

Alasan kedua karena Zedd sepertinya masuk kategori enggak bisa di CIO. Waktu kejadian mulutnya berdarah itu, dia digendong Daddy nya dan dia gemeteran. Abis itu saya gendong, baru dia tenang. 

Saya masih pengen dia tidur terpisah. Mainly because he fell down 3 times when we were co sleeping. Jadi udah dibenteng nih diantara saya and Daddy. Eh dia manjat dong itu Daddy nya. Mana badannya Daddy gede kan. Mungkin dia pikir bisa buat tantangan. Trus gabruk... Jatuh lah dia.

Makannya saya masih muter otak, ini gimana caranya dia bisa tidur di box nya, tapi enggak ngamuk. 

Tuesday, April 26, 2016

Sleep training day 3, and the journey continues...

As usual, mandi jam 6 dilanjut makan sampai sekitar jam 7 malem. Saya susuin, eh lha kok, enggak tidur-tidur to? Malah melek seger gitu. 

Tapi sleep training harus tetap jalan, karena kuncinya itu konsistensi.

Jam 9 kasi pisang. Abis dong 1 biji
9.30 - 9.45 susuin 
9.45 taruh box karena udah liyer-liyer
9.45-10 nangis

Yup 15 minutes on day 3. Alhamdulilah. Selama 3 hari akhirnya dia cuma bangun maksimal 2x. Yang bangun ketiga pas sekitar jam subuhan, bisa saya hitung sebagai bangun beneran lah. Toh saya sholat subuh juga. 

Diantara tidurnya dia yang lumayan panjang, Zedd kadang ngelilir tapi cuma 10 detikan trus dia tidur lagi. 

Besoknya, Zedd ceria lagi, tetap makan banyak, murah senyum, dan tetep aktif. Saya jadi lega.

Update: setelah seminggu, ternyata enggak seindah yang saya bayangkan. Justru kayak bell curve, dimana hari-hari berikutnya Zedd mulai nangis lama lagi. Belakangan saya baru ngeh ini namanya exTapi tetep enggak selama malam pertama yang 2.5 jam. Jujur aja ini susah...susah banget buat denger dia nangis tiap malem. 

Apalagi dia udah bisa merambat crib-nya dan berdiri sambil pegangan. 

Pelajaran yang saya ambil dari proses CIO ini adalah
- start early. Dari 6 bulan udah bisa menurut sumber-sumber saya di post sebelumnya. Zedd susah banget tidur karena dia berdiri terus. Enggak capek-capek. Padahal kalau posisi tiduran/tengkurep, bisa lebih cepet tidurnya.

- Be consistent and stiff. Jangan separo-separo, karena akan lebih susah dan lebih nyakitin buat si bayi dan si ibu. Sebelum ini saya pernah nyoba CIO, setelah 15 menit saya enggak tega. Coba kedua kali, saya tahan sampai 1 jam dan gagal lagi karena enggak tega. Ketiga baru berhasil setelah 2.5 jam.

Mungkin, mungkin kalau saya lebih tegas dari awal, mungkin Zedd enggak perlu selama itu.


Friday, April 22, 2016

Sleep training day 2, kenapa pakai CIO.

Rekap sleep training hari ke dua.

7.30 pm    taruh di crib
8.15 pm    tidur (45 menit nangis)
9      pm    bangun lagi

-Eyang datang interupsi. Trus digendong sampe jam 9.30 pm, halah...

9.30   - 9.50   pm nyusu lagi.
9.50   - 10.30 pm nangis (40 menit nangis)
10.30 - 3.45   am tidur
3.45   - 4        am nyusu
4        - 4.05   am nangis
4.05   - 6        am tidur

Manfaat yang saya rasakan setelah 2 hari sleep training pakai metode CIO itu, berkurangnya Zedd bangun malam.

Biasanya dia bangun antara 3-5x. Dimana separuhnya saya yang bangun, separuhnya lagi Daddy yang bangun. 
Yang resultnya ada percakapan kami yang kayak gini:

Me: Hon, tadi malem dia bangun 2x, kamu kok bisa enggak denger sih?
Him: Ngawur, lha wong aku yang nggendong kok. Kamu tuh yang tidur. Pas dia bangun kedua, aku bangunin kamu, trus akhirnya kamu susuin. -____-"

Itu malam-malam yang kami lalui selama 7 bulan ini. Yang kami rasain, udah pasti lelah dan frustasi. 

Selain seringnya Zedd bangun, dia juga enggak bisa tidur nyenyak, kalau enggak ada orang di sebelahnya. Gampangnya gini, saya dan Daddy enggak pernah bisa melewatkan 1 meal time tanpa dia bangun.

Daddy itu workaholic yang sering pulang malem. Jadi kami sering makan telat sekitar jam 9-10 pm, itu sehabis saya nyusuin Zedd sampai tidur. Baru 5-7 menit kami makan, Zedd pasti ngelilir, dan akhirnya saya makan sendiri, Daddy gendong Zedd and vice versa. 

It was very very hard!!! We barely had our sleep and we couldn't communicate even for a random chat, gimana mau minta tambah uang belanja? #eh?

Dan enggak cuma itu, Zedd pun jadi enggak cukup tidur. 

Sipa bilang kalau bayi di atas 6 bulan harusnya udah bisa tidur lama (dia sering baca-baca milis). Lha baby R juga udah lama tidurnya kok.

Selama 7 bulan ini kami co-sleeping. Beberapa kali Daddy Bapao nindihin tangannya Zedd atau enggak sengaja nyundul kepalanya. 

Co-sleeping sendiri bukan solusi, karena Zedd tetep bangun, tapi bisa langsung saya susuin. It's just the best way possible for us to get through the night. 

Other ways kayak lullaby, white noise, baca cerita, dll, udah saya coba dan enggak berhasil.

Di post sebelumnya saya udah baca soal pro and cons metode ini. Jadi bukannya saya asal make tanpa tahu resikonya. 

Selain beberapa alasan di atas, saya juga lihat vlogger yang saya subscribe, kayak Judy sama Britney. Mereka berdua menggunakan metode CIO ke anak-anak mereka dan sekarang anak-anak mereka udah berkisar 2-4 tahun. 

Buat saya, melihat gimana anak-anak itu berkembang di video-video mereka yang tahunan, itu udah cukup membuktikan kalau CIO ini layak dicoba. 

Goal saya itu, baby Zedd bisa bangun tanpa nangis. Kayak anak-anaknya Judy dan kayak sepupu Zedd, baby R, yang pas bangun bisa langsung ceria. 

Monday, April 18, 2016

The sleep taining nightmare, day 1

It's 2.23 am when I wrote this as a draft. 

Ini hari pertama, dari beberapa kali usaha yang gagal, saya dan Daddy Bapao mencoba sleep training Pipi Bapao yang umurnya udah hampir 8 bulan.

Saya pakai metode Cry It Out (CIO) yang kontroversi di banyak kalangan. 

Beberapa artikel yang pro:
- Time

Beberapa artikel yang cons:
- Huffington post
- Bellybelly

Yang bahas 22nya, netral
- Cnn
- Babycenter

(Saya banyak ambil dari media,old habits die hard hehehe...)

Either way, setelah banyak diskusi sama Daddy, kami sepakat metode ini. Alasan kenapa pakai metode ini ada beberapa, nanti lah di post lain, sekarang fokus ke sleep training semalam.

Ini rekapnya untuk malem ini:
6 pm        -- dinner (saya kasi roti biar kenyang)
7 pm        -- mandi.
7.30 pm   -- nyusu.
7.45 pm   -- mulai ngempeng dan liyer-liyer.
7.45 pm   -- saya taruh dia di crib, ngamuk.
8 - 10 pm -- nangis ngamuk. Saya cuma masuk sekali buat benerin kakinya yang stuck di crib, sama benerin bumper-nya.
10 - 10.20 pm      -- tidur, FINALLY SETELAH 2.5 JAM NANGIS. Saya selimutin, eh malah bangun. Kami keluar kamar lagi.
10.20 - 10.30 pm -- nangis lagi.
10.30 - 1.30 am   -- tidur lagi. Akhirnya enggak saya selimutin daripada bangun lagi.
1.30 - 2.15 am     -- nangis lagi. Saya susuin, trus taruh di crib pas dia mulai ngempeng, dan dia nangis lagi.
2.15 - 6 am         -- tidur lagi.

--
Banyak mommy vlogger dan blogger yang cerita kalau the first night is the worst. So hopefully tonight will be better. 

Balik ke metode CIO. Seperti yang udah dibahas di salah satu sumber di atas, cara melakukan CIO itu kira-kira gini:
- taruh bayi di crib pas dia masih bangun. 
Disini saya salah. Saya selalu naruh Zedd di crib pas dia udah pules. Tapi baby R bisa loh digituin. Emang Zedd aja nih yang manja banget.

- pat him in the back and leave the room.
Ditahap ini, the baby is expected to cry. Namanya juga sleep training, jadi bayi dilatih supaya enggak ngamuk kalau di taruh di crib.

- Go back every 10-15 minutes to check, pat, and leave again.
Ini enggak saya lakukan. This step doesn't work for him. Yang ada dia selalu nangis tambah keras tiap kami datang ngecek. Kami pernah coba CIO yang dicek tiap 10 menit, hasilnya adalah setelah 2 jam energinya masih kuat. Nangisnya masih keras. Jadi yang hari ini kami sepakat enggak masuk. And it worked!!! But we checked through the monitor to make sure he's okay.

- diulang besoknya. Biasanya nangisnya akan berkurang. Paling lama, dalam seminggu bayi cuma bakal nangis beberapa menit terus tidur sendiri.

--

CIO ini enggak cocok buat semua bayi. Apalagi bayi yang muntah kalau stres. Ada beberapa cerita CIO yang bayi nya sampai muntah. Zedd sendiri enggak sampai muntah, emang jarang muntah juga sih anaknya.

Ketiduran karena capek nangis pas malem pertama. I love him, so I need to function well to be the best mom for him. 


Tentang Bawa Keluarga ke Belanda dengan beasiswa LPDP

  Udah hampir balik, malah baru update soal berangkat. Hehehehe…. Nasib mamak 2 anak tanpa ART ya gini deh, sok sibuk. But here I am, nulis ...