Saturday, August 20, 2016

Back to Normal



Hari ini rasanya gloomy... Cause after around a year, our life is kinda 'back to normal.'

Normal-nya bukan karena hidup saya sekarang enggak normal sih. Tapi selama setahunan ini, saya tinggal deket sama Yang Uti, Yang Kung, and Sipa.

It's not like we planned it.

Awal nikah, saya udah tinggal terpisah di 1 apartemen di Jakarta Barat. Sipa tinggal di apartemen Jakarta Selatan dari single sampai dia nikah. Sementara itu, Yang Uti and Yang Kung ya di kampung halaman kesayangan, Jogja tercinta.

Karena udah pensiun, Yang Kung and Uti sering datang ke Jakarta. Biasanya mereka nginep di Jakarta Selatan, trus saya+Popo and Sipa+Abang (suaminya) dateng ke hotel.

Last lunch bareng sebelum boyongan. Hanhan sombong, enggak mau difoto.


Karena kantor Popo di Jaksel, trus saya juga sering maennya ke Jaksel (buat ketemuan sama Uti, Sipa, temen-temen), saya and Popo akhirnya pindah ke apartemen di Jakarta Selatan, yang juga tempat tinggal Sipa selama 2 tahun belakangan.

Abis saya and Sipa lairan, Uti ngerasa kepanggil. I mean, she just had 2 grandsons, living in the same apartments with no help. Not to mention, Sipa kerja dan bingung siapa yang jaga Hanhan (daycare, baby sitter, pembantu, mbak).

Ulang tahun Uti... Rame-rame.

So, this was where it got crazy, UTI AND YANG KUNG IKUT PINDAH KE APARTEMEN!!

Semua keluarga kecil tinggal di unit yang beda, but still in the same apartment complex. 

Jadi saya selalu deket sama orang tua dam adik saya satu-satunya. 

Rutinitas pagi hari kayak sarapan, mandiin Zedd dan Hanhan, itu dilakukan rame-rame.

Dulu beginilah keseharian Zedd and Hanhan. Gegulingan mesra. Setelah saya akhirnya jadi working mom, Zedd dititipin ke daycare. 


Emang sih Uti and Yang Kung tetep mobile. Kadang mereka ke Jogja atau Pekalongan. Pas itu, Hanhan bakal ngungsi ke rumah Nyai and Yayik (mertua Sipa) di Bogor. Tapi 70 persen ya keluarga besar saya di Jakarta. 

Hari ini, setelah setahun, akhirnya Uti and Yang Kung boyongan lagi ke Jogja. 

Cause we already figured it out.

Sipa akhirnya pindah ke landed house di suburb dan ada ART buat ngurus Hanhan. Saya emang udah niat buat pakai jasa daycare. Dan Alhamdulilah, Zedd udah kerasan di situ.

So starting from today, it's JUST me, Zedd, and Popo.

It makes me sad and kinda worry. Sekarang bener-bener bertiga doank. Bisa enggak yak? Kalau ujan, trus saya susah dapet ojek, siapa yang jemput Zedd dari daycare? Kalau Zedd sakit, trus saya panik, saya nanya ke Uti nya cuma bisa via telpon. Dll, dsb, dkk...

Sore-sore ngopi bareng Yang Kung and Uti. Nungguin Sipa, Abang, and Popo pulang kerja. Ah... the life of stay-at-home-mom.


But really, mostly sad. Yet I'm also happy. Di Jogja, hidup Yang Kung and Uti lebih 'normal.' It's their 'normal.'









No comments:

Post a Comment

Tentang Bawa Keluarga ke Belanda dengan beasiswa LPDP

  Udah hampir balik, malah baru update soal berangkat. Hehehehe…. Nasib mamak 2 anak tanpa ART ya gini deh, sok sibuk. But here I am, nulis ...