Tuesday, December 27, 2016

Tips Beli Stroller, Menurut Saya...

Tadinya mau bikin tulisan agak panjang soal stroller ini. Eh tapi kepanjangan, pecah 2 aja deh. Di postingan pertama ini, saya mau bahas hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pas beli stroller.

Tahunya dari mana? Pengalaman sendiri. Saya ganti stroller setelah umur Zedd setahun, karena salah beli awalnya. 

Bukan karena stroller Zedd yang pertama jelek yak. Tapi enggak pas sama kebutuhan kami.

Sebagai orang tua newbie, saya dengan polosnya mikir kalau pertimbangan stroller itu adalah:
- bisa dipakai dari bayi sampai gede, biar hemat.
- keranjang bawahnya gede.
- bisa full recline biar bayinya bisa bobo selonjoran.
- nyaman.

Which is SO NOT TRUE! 
Okeh, emang sih ada benernya. But there are more things to consider besides those. Dan justru hal-hal personal yang bikin stroller yang tepat buat saya, beda sama stroller yang tepat buat ibu lain, Sipa misalnya.

Misalnya:

- Rumah
Ini enggak saya pikirin nih awalnya. Ternyata ngefek. Waktu nebeng di rumah eyang sih enak, luas. Stroller parkir di garasi bareng motor. 

Begitu balik ke realita (baca: apartemen nan mungil). Ya ampun itu stroller TOOK THE WHOLE ROOM, literally. 

Jadi buat orang tua yang tinggal di apartemen mini kayak saya, mendingan beli stroler kecil yang bisa langsung lipat. Jadi pas mau dipakai, bisa dibuka. Pas pulang ke apartemen, langsung lipet lagi.


- Mobil 
Sama analoginya sama rumah. Ternyata bagasi mobil kami yang hatchback itu, beneran cuma muat stroller. Jadi, kalau kami belanja banyak, misalnya stok popok 4. Maka stroller di bagasi, popok dan belanjaannya di kursi depan. Saya sama Zedd di belakang.

Itu baru popok 4 bungkus. Belum kalau kami sekalian beli beras dan grocery. Widiihhh... praktis Cuma 3 orang yang bisa masuk di mobil mini itu.


- Lingkungan Sekitar
Stroller buat travel sama stroller buat sehari-hari pasti beda. Kayak mobil, yang buat di kebon tempat Popo dinas, sama buat pemakaian dalam kota pasti beda. Kalau stroller itu mau dipakai buat jalan-jalan off-road, ya pastiin rodanya oke. Kalau buat di mall dan jalanan yang lancar, roda kecil juga enggak apa-apa.

Ini termasuk engselnya yah. Sebenarnya saya enggak ngeh, Cuma, kata Popo, stroller yang engselnya kuat, lebih bisa dipakai off road. Pengalaman sendiri, waktu pakai Coco Latte Spin-R, kalau ada beda tinggi lantai (kayak dari teras ke halaman), stroller ini bisa langsung naik. Lha, waktu pakai Coco Latte Otto, enggak bisa naik tuh. Padahal Spin-R lebih berat daripada Otto.


- Sendirian Atau Pakai Nanny
Karena saya enggak pakai nanny atau babybsitter, saya jelas pilih stroller yang bisa dioperasikan sambil gendong anak. Kalau ada nanny, kan bisa tuh pake stroller yang dilipetnya beberapa step. 


Stroller pertama yang udah pindah tangan



-         Mobil Pribadi Atau Public Transportation
Sekeren-kerennya stroller transformer alias 4Moms Origami, rempong yah bawanya kalau kita naek KRL atau TransJakarta. Taxi online pun bagasinya terbatas, kecuali emang pake taksi yang mevvah kayak Alphard ya.


-         Budget
Yup, duit main banget buat beli stroller. Harganya kan beragam, dari yang ratusan ribu sampai puluhan juta. Selam setahunan ini ngeliatin stroller di jalan, di toko, di Instagram, saya nyimpulin kalau stroller semahal apapun itu ada versi murahnya.

Again, ini kayak mobil. Ada kan mobil sedan yang mahal, ada juga sedan yang murah. Stroller juga gitu. Jadi mendingan pastiin dulu mau stroller kayak apa. Terus sesuaikan budget.  Cause there's always cheaper version of your favorite stroller. Coco Latte,Baby Elle, dan Joie itu 2 merk yang saya lihat banyak variannya. Ada yang mirip Bugaboo, Cosatto, Combi, dll deh.


--
Stroller pertama Zedd itu Coco Latte Spin-R. Walaupun tampilan standar and I don't like the color, ini stroller tahan banting. Udah dipakai setahun lebih, medan naik turun, tetep enggak lecet sama sekali. 

Tapi ya itu, Saya enggak punya tempat buat nyimpen stroller itu. Dan agak rempong kalau pergi sendirian, karena stroller gede, otomatis berat juga. Buat buka tutup cenderung enggak bisa sambil gendong anak.


Stroller gede ini nyaman banget buat newborn. sayang kalau dilipet masih gede and berat. Satu lagi, pas dilipet, stroller ini enggak bisa berdiri sendiri.




Akhirnya saya ganti stroller baru yang one-hand-fold. Meaning, buka tutupnya cukup pakai 1 tangan aja. Strollernya adalah Combi Cozy. Merk dari Jepang ini emang didesain supaya bisa dipakai sambil gendong anak. Beratnya sekitar 4 kg, masih bisa diangkat pakai 1 tangan. Tapi ya enggak lama-lama. Walaupun stroller kecil ini ada kekurangannya. So far, saya suka sama si CoCo. Apartemen jadi lebih lega.


Combi Cozy yang mungil Kalau masuk apartemen, langsung dilipet.



Hope this post help! 

No comments:

Post a Comment

Tentang Bawa Keluarga ke Belanda dengan beasiswa LPDP

  Udah hampir balik, malah baru update soal berangkat. Hehehehe…. Nasib mamak 2 anak tanpa ART ya gini deh, sok sibuk. But here I am, nulis ...